Tag: saham asia-pasifik

  • Pasar Saham Asia-Pasifik Bergerak Variatif Usai Trump Tegaskan Kebijakan Tarif Baru

    Pasar Saham Asia-Pasifik Bergerak Variatif Usai Trump Tegaskan Kebijakan Tarif Baru

    Serratalhadafc.com – Perdagangan saham di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada hari Rabu (9/7/2025), menyusul pernyataan tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa batas waktu pemberlakuan tarif impor tidak akan diperpanjang. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Agustus 2025.

    Dalam pernyataan terbaru kepada Anugerahslot Finance Selasa waktu setempat. Trump juga mengumumkan kenaikan bea masuk sebesar 50% untuk impor tembaga. Ia menambahkan bahwa tarif tambahan lainnya akan segera diumumkan, kemungkinan diperinci berdasarkan sektor industri tertentu.

    Tak hanya itu, Trump turut menyampaikan ancaman untuk memberlakukan tarif hingga 200% terhadap ekspor produk farmasi ke AS. Namun, ia memberikan sinyal bahwa kebijakan ini tidak akan diterapkan dalam waktu dekat, melainkan akan diberi masa transisi antara satu hingga satu setengah tahun.

    Kebijakan-kebijakan perdagangan ini memicu reaksi pasar yang beragam di kawasan Asia-Pasifik, seiring para pelaku pasar mencerna dampaknya terhadap perdagangan global dan rantai pasok internasional.

    Pasar Asia-Pasifik Bergerak Variatif di Awal Perdagangan Rabu

    Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan yang beragam pada Rabu pagi (9/7/2025), mencerminkan kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian kebijakan global.

    Mengutip CNBC, hingga pukul 08.11 waktu Singapura, indeks utama di Jepang menunjukkan penguatan. Indeks Nikkei 225 naik sebesar 0,33%, sementara indeks Topix yang mencerminkan kinerja pasar yang lebih luas, menguat 0,17%.

    Di Korea Selatan, pergerakan indeks Kospi relatif stabil tanpa banyak perubahan. Namun, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil mencatat kenaikan sebesar 0,29%.

    Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 justru melemah, turun sebesar 0,26%, menandakan tekanan di sektor pasar saham domestik di tengah sentimen global yang fluktuatif.

    Pergerakan beragam ini mencerminkan reaksi pasar yang hati-hati terhadap kebijakan ekonomi terbaru, termasuk ketegangan dagang yang meningkat dan arah kebijakan suku bunga global.

    Pasar Asia-Pasifik Diprediksi Bergerak Variatif, Investor Waspadai Tarif Trump dan Data Ekonomi Tiongkok

    Pasar saham Asia-Pasifik diperkirakan akan dibuka bervariasi pada hari Rabu (9/7/2025) menyusul pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan bahwa tidak akan ada perpanjangan tenggat waktu atas pemberlakuan tarif impor baru yang mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang.

    Tarif Tambahan dan Ancaman Baru dari Trump

    Pada Selasa waktu setempat, Trump mengumumkan kenaikan tarif impor sebesar 50% untuk komoditas tembaga. Ia juga menyampaikan bahwa tarif tambahan yang lebih spesifik berdasarkan sektor akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

    Lebih jauh, Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 200% terhadap produk farmasi yang diimpor ke AS. Namun, kebijakan ini masih akan diberi masa transisi sekitar satu hingga satu setengah tahun sebelum diberlakukan penuh.

    Pernyataan tersebut menjadi perhatian utama para investor global karena berpotensi memicu gelombang ketidakpastian baru dalam perdagangan internasional, serta dapat berdampak luas pada berbagai sektor industri.

    Fokus Investor: Data Ekonomi dari Tiongkok

    Di samping isu tarif, para pelaku pasar juga akan memantau rilis data ekonomi penting dari Tiongkok, khususnya:

    • Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Juni, yang diperkirakan oleh ekonom (survei Reuters) akan terkontraksi 3,2% secara tahunan, sedikit membaik dibandingkan penurunan 3,3% pada Mei.
    • Inflasi Harga Konsumen (CPI) diperkirakan tetap datar secara tahunan, setelah mencatat deflasi sebesar 0,1% pada bulan sebelumnya.

    Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor untuk membaca arah pemulihan ekonomi Tiongkok dan dampaknya terhadap prospek pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.

    Kesimpulan:
    Ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan AS dan rilis data ekonomi Tiongkok akan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar hari ini. Investor di Asia-Pasifik diharapkan tetap waspada terhadap dinamika global yang cepat berubah.

    Perkiraan Pembukaan Pasar Saham Global: Nikkei dan Hang Seng Menguat, ASX 200 Diperkirakan Melemah

    Indeks acuan Nikkei 225 Jepang diprediksi akan dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu (9/7/2025). Data kontrak berjangka di Chicago menunjukkan level 40.055, sementara kontrak di Osaka terakhir diperdagangkan pada 39.820, naik dibandingkan penutupan Selasa di angka 39.688,81.

    Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.102, yang mengindikasikan pembukaan lebih kuat meskipun sedikit di bawah penutupan terakhir di 24.148,07.

    Di Australia, indeks S&P/ASX 200 diperkirakan akan mengalami penurunan di pembukaan pasar dengan kontrak berjangka pada level 8.571, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.590,70.

    Di sisi lain, di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham menunjukkan pergerakan yang relatif stabil menjelang pembukaan pasar Asia, dengan investor masih mencermati perkembangan terkait kebijakan tarif impor dari Presiden Donald Trump.

    Pada penutupan Selasa malam di Wall Street, dua dari tiga indeks utama ditutup mendekati level datar.

    • Indeks S&P 500 turun tipis sebesar 0,07% menjadi 6.225,52.
    • Nasdaq Composite justru menguat sedikit 0,03% ke level 20.418,46.
    • Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 165,60 poin atau 0,37% menjadi 44.240,76.

    Pergerakan ini mencerminkan sikap waspada pelaku pasar menghadapi ketidakpastian dari kebijakan perdagangan AS dan data ekonomi global.

  • Indeks Saham Asia Mulai Menguat

    Indeks Saham Asia Mulai Menguat

    Serratalhadafc.com – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu, mengikuti tren positif di Wall Street setelah muncul ekspektasi bahwa tarif perdagangan yang direncanakan Presiden AS Donald Trump mungkin lebih lunak dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Dikutip dari CNBC, Rabu (26/3/2025), indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka naik 0,71%, sementara Nikkei 225 Jepang dan Topix masing-masing naik 0,63% dan 0,39%. Kospi Korea Selatan juga mencatat kenaikan 0,38%, meski Kosdaq mengalami sedikit pelemahan 0,28%.

    Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng berada di level 23.478, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 23.344,25.

    Menurut laporan dari The Wall Street Journal dan Bloomberg, tarif perdagangan yang dijadwalkan mulai 2 April kemungkinan akan diterapkan dengan cakupan terbatas. Bahkan, Trump menyatakan kemungkinan adanya “fleksibilitas” dalam kebijakan tarif timbal balik bagi mitra dagang AS.

    Namun, kepercayaan konsumen AS mengalami tekanan. Laporan Morning Consult mengungkapkan bahwa saat Trump bersiap meningkatkan perang dagang, konsumen AS semakin khawatir terhadap inflasi, kondisi keuangan yang melemah, serta ketidakpastian di pasar tenaga kerja. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan pengeluaran di berbagai golongan pendapatan.

    Sementara itu, kontrak berjangka saham AS bergerak stabil setelah S&P 500 mencatat kenaikan tipis, menandai tiga sesi berturut-turut di zona hijau.

    Pada penutupan perdagangan di AS, ketiga indeks utama berakhir lebih tinggi:

    • S&P 500 naik 0,16% ke 5.776,65
    • Nasdaq Composite menguat 0,46% ke 18.271,86
    • Dow Jones Industrial Average bertambah 4,18 poin (0,01%) ke 42.587,50.

    Peluang Koreksi IHSG

    IHSG Berpotensi Melemah, Uji Level 5.975 pada Perdagangan Rabu (26/3/2025)

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (26/3/2025) dan diperkirakan akan kembali menguji posisi 5.975.

    Pada perdagangan Selasa (25/3/2025), IHSG menguat 1,21% ke level 6.235 dengan meningkatnya volume pembelian.

    Menurut Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, meskipun IHSG menunjukkan penguatan, posisi saat ini masih dalam bagian dari wave (v), yang membuatnya rentan terkoreksi kembali ke 5.975, atau dalam skenario terburuk hingga 5.879.

    Herditya memproyeksikan level support IHSG berada di 5.938 dan 5.825, sementara level resistance di 6.445 dan 6.557 untuk perdagangan Rabu (26/3/2025).

    Sementara itu, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas, dengan support di 5.950 dan resistance di 6.380.

    Saham Yang Direkomendasi

    Rekomendasi Saham Hari Ini: ARTO, AKRA, PNLF, BRMS, DOID, PANI, dan WIFI

    PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) sebagai pilihan investasi untuk hari ini.

    Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebagai saham potensial.

    Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pelajari dan analisis dengan cermat sebelum membeli atau menjual saham. Serratalhadafc.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.