Tag: gaya hidup

  • ACES Bagikan Dividen Tunai Terbesar, Capai Rp 579,87 Miliar

    ACES Bagikan Dividen Tunai Terbesar, Capai Rp 579,87 Miliar

    Serratalhadafc.com – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 579,87 miliar atau setara Rp 33,87 per saham. Nilai ini mencerminkan 65% dari laba per saham tahun buku 2024 dan merupakan pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

    Dengan harga penutupan saham pada 16 Juni 2025 di angka Rp 525 per saham, tingkat imbal hasil (dividend yield) dari dividen ini mencapai 6,45%.

    Direktur Utama ACES, Prabowo Widyakrisnadi, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan wujud apresiasi terhadap para pemegang saham, sekaligus penegasan atas keberhasilan strategi perusahaan selama 2024. Beberapa langkah penting yang dijalankan mencakup ekspansi toko, inovasi produk dan layanan, serta peluncuran AZKO sebagai identitas baru Perseroan.

    “Dividen ini adalah bentuk terima kasih kami atas kepercayaan pemegang saham. Dan kami berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,” ujar Prabowo kepada Anugerahslot finance, Senin (17/6/2025).

    Jadwal Pembagian Dividen:

    Tanggal Pembayaran Dividen: 17 Juli 2025

    Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 25 Juni 2025

    Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 26 Juni 2025

    Recording Date (DPS Berhak Dividen): 30 Juni 2025

    Cum Dividen Pasar Tunai: 30 Juni 2025

    Ex Dividen Pasar Tunai: 1 Juli 2025

    Perubahan Direksi dan Penguatan Komitmen Keberlanjutan melalui “Sustainability Ambitions 2030”

    Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 tidak hanya mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian, tetapi juga menetapkan sejumlah keputusan strategis lainnya.

    Salah satu agenda yang disetujui adalah penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025 serta penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

    Dalam rapat yang sama, Perseroan menerima pengunduran diri Sugiyanto Wibawa dari posisinya sebagai Direktur. Dengan demikian, susunan terbaru Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

    • Direktur Utama: Prabowo Widyakrisnadi
    • Direktur: Suharno
    • Direktur: Gregory Sugyono Widjaja
    • Direktur: Teresa Lucia Wibowo

    Selain pembaruan struktur organisasi, ACES juga menegaskan kembali komitmennya terhadap keberlanjutan jangka panjang melalui peluncuran strategi Sustainability Ambitions 2030, sebagaimana tercantum dalam Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2024.

    Direktur Utama ACES, Prabowo Widyakrisnadi, menyatakan bahwa transformasi merek menjadi AZKO bukan sekadar perubahan identitas, melainkan penguatan komitmen Perseroan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

    “Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan nasional dan menjadi pondasi utama dalam strategi bisnis kami ke depan,” ujar Prabowo.

    Strategi Sustainability Ambitions 2030 difokuskan pada tiga pilar utama:

    1. People – peningkatan kesejahteraan karyawan dan masyarakat
    2. Environment – praktik ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya
    3. Business – pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan tata kelola yang baik

    Seluruh inisiatif ini dijalankan di bawah prinsip Good Corporate Governance yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

    “Kami percaya kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari profitabilitas semata, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang dapat kami hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Prabowo.

    PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Resmi Luncurkan AZKO

    PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) secara resmi memperkenalkan AZKO, identitas merek baru yang menjadi tonggak strategis dalam perjalanan transformasi perusahaan. Peluncuran ini sekaligus menandai berakhirnya masa perjanjian lisensi dengan ACE Hardware International Holdings, Ltd. pada 31 Desember 2024.

    AZKO hadir dengan semangat baru sebagai Your Home Life Improvement Partner, sebuah komitmen untuk menjadi mitra utama masyarakat Indonesia dalam menciptakan rumah dan kehidupan yang lebih baik. Peluncuran ini merefleksikan langkah ACES untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar serta menjawab kebutuhan konsumen yang kian berkembang.

    “Untuk memperkuat posisi kami sebagai pemimpin industri, kami memperkenalkan AZKO sebagai simbol dari semangat baru perusahaan. Kami tidak hanya menawarkan rangkaian produk berkualitas, tetapi juga menghadirkan layanan inovatif dan unggul yang mampu menginspirasi serta mewujudkan aspirasi masyarakat akan hunian yang nyaman dan fungsional,” ujar Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk dalam pernyataan resminya, Kamis (2/1/2025).

    Dengan membawa semangat kampanye #DariSiniBisaLebih, AZKO diharapkan menjadi mitra terpercaya dalam setiap langkah peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia—dari rumah, untuk masa depan yang lebih baik.

    PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Hadirkan Wajah Baru AZKO, Wujud Komitmen dan Inovasi untuk Pelanggan Indonesia

    Sejak berdiri pada tahun 1995, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk terus berkembang dan kini memperkenalkan wajah baru melalui merek AZKO sebagai simbol komitmen perusahaan yang semakin kuat. Perubahan ini diiringi dengan rangkaian inovasi produk lengkap dari A sampai Z serta layanan yang menyeluruh, mengusung ide-ide kolaboratif yang selaras dengan kebutuhan dan aspirasi hidup masyarakat Indonesia.

    AZKO hadir dengan pendekatan yang akrab dan hangat, memahami keunikan dan kebutuhan setiap keluarga di Indonesia. Dengan semangat Proactive, Optimistic, dan Dependable, para karyawan yang akrab disebut AZKOuad siap mengambil peran lebih besar sebagai sumber inspirasi serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

    Logo AZKO yang baru menampilkan desain lingkaran terbuka, melambangkan komitmen “open the door to better living” — sebuah pintu yang membawa kebahagiaan dan membuka jalan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Proses rebranding ini akan diterapkan secara bertahap pada 245 toko AZKO yang tersebar di 75 kota di seluruh Indonesia.

    “Pembukaan toko pertama yang mengusung konsep Next-Gen yang modern dan interaktif akan dilakukan di AZKO Mal Living World, Alam Sutera. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal, seamless, inovatif, dan inspiratif,” jelas Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.

  • BUMI dan KPC Perkuat Digitalisasi Tambang Lewat Teknologi Mine-to-Market

    BUMI dan KPC Perkuat Digitalisasi Tambang Lewat Teknologi Mine-to-Market

    Serratalhadafc.com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), bersama anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC), terus memperkuat transformasi digital dalam operasional pertambangan mereka. Berlandaskan filosofi “More than Mining”, KPC mengintegrasikan teknologi sebagai bagian dari strategi untuk tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar.

    KPC telah mengakselerasi sejumlah inisiatif digitalisasi guna menyederhanakan proses kerja, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, serta mendorong profitabilitas yang berkelanjutan.

    “Digitalisasi adalah elemen penting dalam mendukung pertumbuhan perusahaan. BUMI berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif digital sebagai bagian dari penerapan prinsip Good Mining Practice,” ujar CEO KPC, Ashok Mitra, dalam keterangan resminya kepada Anugerahslot, Sabtu (14/6/2025).

    Salah satu inisiatif strategis utama yang tengah dijalankan adalah implementasi sistem Mine-to-Market (M2M) Digitalization. Sistem ini mencakup beberapa teknologi kunci seperti Advanced Blending Optimization (ABO), Coal Flow Coordination Centre (CFCC), Project Execution Dashboard, dan Road Heatmap.

    ABO dikembangkan untuk mengoptimalkan pencampuran kualitas batubara dari berbagai sumber, agar sesuai dengan spesifikasi pelanggan dan memberikan nilai jual yang maksimal. Sementara itu, CFCC berfungsi sebagai pusat kendali yang memantau seluruh rantai pasok—dari pit hingga pelabuhan—dengan mengintegrasikan data lintas departemen ke dalam satu dasbor yang komprehensif. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat oleh manajemen.

    Untuk mendukung proyek infrastruktur, KPC juga menggunakan Project Execution Dashboard dan LOM Dashboard guna memantau perkembangan proyek penting secara real time. Di sisi lain, Road Heatmap memberikan visualisasi kondisi jalan berdasarkan data kecepatan kendaraan dan kualitas permukaan jalan, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

    Melalui rangkaian solusi digital ini, KPC menunjukkan keseriusannya dalam membangun industri pertambangan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

    KPC Perkuat Transformasi Digital dengan Sistem Real-Time dan Inovasi Karyawan

    Dalam upaya memperkuat efisiensi dan produktivitas operasional, PT Kaltim Prima Coal (KPC) terus mengembangkan teknologi digital di seluruh lini bisnisnya. Salah satu inovasi utama adalah implementasi Fleet Management System (FMS), sebuah sistem kendali untuk alat berat yang memungkinkan pemantauan kinerja secara real-time dan mempercepat respons terhadap penyimpangan dari target operasional.

    Selain FMS, KPC juga mengintegrasikan sejumlah aplikasi digital seperti Miners Apps, Real-time Dashboard, dan Control Tower Divisional. Ketiga aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus mendukung peningkatan manajemen kinerja di berbagai unit kerja.

    Sejak tahun 2021, KPC telah membentuk unit khusus bernama Digital Centre of Excellence (DCoE) sebagai motor penggerak transformasi digital perusahaan. DCoE memainkan peran strategis tidak hanya dalam pengelolaan proyek-proyek digital, tetapi juga dalam menciptakan budaya kerja yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi.

    Sebagai bagian dari komitmen terhadap budaya continuous improvement, KPC meluncurkan aplikasi internal bernama Ideku. Aplikasi ini menjadi wadah formal bagi karyawan untuk menyampaikan, menilai, dan mengelola ide-ide proyek perbaikan di lingkungan kerja.

    “Ideku” dirancang untuk lebih dari sekadar tempat menampung usulan. Aplikasi ini juga mengatur proses eksekusi berdasarkan potensi dampak finansial dari setiap ide, dengan alur yang sistematis dan terdokumentasi. Hal ini memastikan bahwa setiap proyek improvement dapat dikelola secara terstruktur dan terintegrasi langsung dengan proses pengambilan keputusan strategis perusahaan.

    Melalui berbagai inovasi digital ini, KPC menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai perusahaan tambang yang modern, efisien, dan berorientasi masa depan.

  • Pasar Keuangan Global Tertekan Sentimen Negatif Usai Pernyataan Donald Trump dan Rilis Data Inflasi AS

    Pasar Keuangan Global Tertekan Sentimen Negatif Usai Pernyataan Donald Trump dan Rilis Data Inflasi AS

    Serratalhadafc.com – Pasar keuangan global kembali diliputi sentimen negatif setelah pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai rencananya untuk menaikkan tarif dagang. Pernyataan ini muncul tak lama setelah data inflasi AS untuk Mei 2025 diumumkan, yang mencatat kenaikan sebesar 0,1%.

    Bursa saham AS mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Rabu (12/6/2025). Indeks S&P 500 melemah 0,3%, Nasdaq turun 0,5%, sementara Dow Jones nyaris tidak berubah.

    Laporan inflasi menunjukkan bahwa kenaikan harga konsumen berada di bawah ekspektasi sejumlah ekonom. Kenaikan inflasi pada bulan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya biaya sewa. Di sisi lain, harga bensin mengalami penurunan, dan harga pangan tercatat naik sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi berada di level 2,4%, sementara inflasi inti—yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi—mencapai 2,8%.

    Meskipun tekanan inflasi saat ini tergolong moderat, para analis memperkirakan adanya potensi lonjakan inflasi di masa depan sebagai dampak dari kebijakan tarif baru yang direncanakan.

    Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menjelaskan bahwa dampak dari tarif baru belum sepenuhnya terasa karena banyak peritel masih menjual produk dari stok lama.

    “Pemerintah AS terlihat berupaya menekan perusahaan besar untuk tidak langsung menaikkan harga. Namun, para ekonom memprediksi bahwa efek dari kebijakan tarif akan muncul secara bertahap dan berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi ke depannya,” kata Fahmi dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Anugerahslot pada Jumat (13/6/2025).

    Wacana Kenaikan Tarif Dagang oleh Trump Picu Kehati-hatian Investor, Meski Inflasi Mulai Terkendali

    Saat investor mulai melihat sinyal positif dari data inflasi Amerika Serikat, pernyataan terbaru dari mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali menghadirkan ketidakpastian. Trump menyuarakan rencana untuk menerapkan tarif dagang secara sepihak terhadap sejumlah mitra dagang AS dalam waktu 1–2 minggu ke depan, menjelang tenggat 9 Juli 2025.

    “Pernyataan ini berpotensi menambah tekanan terhadap pasar, apalagi jika wacana tersebut berkembang menjadi kebijakan konkret,” ujar analis Reku, Fahmi Almuttaqin. Ia menambahkan, saat ini banyak media melaporkan bahwa Trump berniat mengirimkan surat kepada negara-negara mitra dagang yang berisi rincian tarif baru dengan pendekatan ‘take it or leave it’.

    Kendati demikian, masih belum ada kepastian apakah Trump benar-benar akan merealisasikan rencana tersebut tepat waktu. Sebelumnya, ia beberapa kali menetapkan tenggat kebijakan yang akhirnya ditunda atau dibatalkan.

    Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati, meskipun tren inflasi saat ini menunjukkan perbaikan. Investor tetap fokus pada risiko inflasi ke depan, terutama jika kebijakan tarif baru terealisasi dan mendorong kenaikan harga barang impor.

    Aset kripto pun belum menunjukkan lonjakan harga yang signifikan, karena investor menanti kejelasan lebih lanjut dan mempertimbangkan kemungkinan langkah yang akan diambil oleh The Federal Reserve dalam pertemuan FOMC pekan depan.

    Inflasi Mereda, Namun Ketidakpastian Tarif dan Suku Bunga Bayangi Pasar

    Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyampaikan bahwa perbaikan data inflasi berhasil meredam sentimen negatif yang lebih dalam di pasar keuangan. Namun, ketidakpastian tetap menjadi faktor dominan, terutama jika rencana penerapan tarif dagang benar-benar dijalankan dan negosiasi antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan kemajuan hingga Agustus.

    Saat ini, pasar memperkirakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan minggu depan. Proyeksi pemangkasan suku bunga baru diperkirakan terjadi pada September, dengan syarat inflasi tetap terkendali. Meski demikian, tekanan politik dari Donald Trump agar The Fed segera memangkas suku bunga juga menjadi sorotan, terutama karena kebijakan tarif yang tertunda berpotensi kembali memicu kenaikan inflasi.

    Dalam kondisi pasar yang penuh fluktuasi ini, Fahmi menekankan pentingnya strategi investasi yang bijak. Salah satu pendekatan yang disarankan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yakni strategi investasi dengan membeli aset secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Strategi ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko akibat volatilitas harga dan membantu investor tetap konsisten dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

  • BCA Gelar Workshop Sertifikasi Halal 2025 Dukung Penguatan Ekonomi Halal dan UMKM

    BCA Gelar Workshop Sertifikasi Halal 2025 Dukung Penguatan Ekonomi Halal dan UMKM

    Serratalhadafc.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali melaksanakan program Workshop Sertifikasi Halal 2025 sebagai wujud komitmen memperkuat ekonomi halal di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut dibuka di Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kisaran, Sumatera Utara, menandai pelaksanaan tahun ketiga program ini.

    Sebanyak hampir 80 UMKM dari Kota Kisaran dan sekitarnya mendapat pendampingan langsung untuk memenuhi standar halal sekaligus memperoleh dukungan penerbitan sertifikat halal secara gratis dari BCA.

    Kepala Kantor Wilayah V BCA, Iwan Santoso Narto, mengatakan kepada Anugerahslot bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat industri halal dunia. “Pelibatan UMKM sangat penting karena sektor ini menguasai sekitar 99% dari total unit usaha di Indonesia. Melalui workshop ini, BCA mendukung upaya pemerintah memperkuat ekosistem industri halal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM. Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan program ini untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar,” ujar Iwan.

    Workshop Sertifikasi Halal merupakan bagian dari program berkelanjutan ‘Bakti BCA’ yang bertujuan membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usaha agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun global.

    Selain pelatihan, BCA juga menanggung biaya sertifikasi halal bagi UMKM peserta. Beragam keuntungan lain yang didapat antara lain kemudahan pembukaan rekening secara online, aktivasi pembayaran QRIS lewat aplikasi Merchant BCA, akses fasilitas pembiayaan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta edukasi pengembangan kapasitas UMKM melalui tiga pilar utama: pelaku, pasar dan produk, serta business model canvas.

    Setelah workshop selesai, peserta juga berkesempatan mengikuti coaching clinic dan pelatihan digital marketing secara online untuk memperkuat daya saing dan pemasaran produk.

    BCA Targetkan 2.000 Sertifikat Halal untuk UMKM Melalui Workshop Sertifikasi Halal 2025

    Program Workshop Sertifikasi Halal 2025 yang digelar oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan penerbitan 2.000 sertifikat halal bagi UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, selama periode 2023-2024, BCA telah menyelenggarakan pelatihan sertifikasi halal dan berhasil mendukung penerbitan sekitar 3.000 sertifikat halal untuk UMKM.

    Dengan tambahan target 2.000 sertifikat pada tahun ini, BCA berharap hingga akhir tahun 2025 dapat mendukung total penerbitan 5.000 sertifikat halal bagi para pelaku UMKM.

    Peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dari komitmen BCA sebagai bank nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, kepemilikan sertifikat halal terbukti menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong perkembangan bisnis UMKM.

    Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, omzet pelaku usaha meningkat sekitar 8,5% setelah mendapatkan sertifikat halal. Sejalan dengan data tersebut, BCA bertekad untuk terus melanjutkan program Workshop Sertifikasi Halal sebagai bentuk dukungan berkelanjutan dalam memperkuat daya saing dan pertumbuhan usaha UMKM di Indonesia.

    Kendala Sertifikat Halal

    “Kami sangat antusias melanjutkan program Workshop Sertifikasi Halal pada tahun 2025. Materi yang disiapkan dirancang khusus untuk mengatasi berbagai tantangan yang sering dihadapi pelaku UMKM dalam proses pengurusan sertifikat halal. Selain itu, BCA berkomitmen agar program ini dapat menjangkau beragam wilayah di seluruh Indonesia, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh pelaku UMKM dari berbagai latar belakang dan sektor usaha. Kami berharap program ini mampu mencetak lebih banyak UMKM unggulan yang berkontribusi aktif dalam pengembangan industri halal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA.

    Selain pelaksanaan workshop sertifikasi halal, BCA juga memberikan dukungan berkelanjutan untuk UMKM melalui berbagai inisiatif, seperti Pojok UMKM, BCA UMKM Fest 2024, pembinaan UMKM di desa wisata, serta partisipasi 32 UMKM binaan dalam Trade Expo Indonesia. Sejak tahun 2023, BCA juga mengadakan pelatihan UMKM Go Export sebagai bagian dari upaya memperluas pasar bagi para pelaku usaha. BCA secara aktif membantu pengembangan pasar bagi sejumlah UMKM binaan, dengan potensi nilai ekspor yang diperkirakan mencapai sekitar Rp37 miliar pada tahun 2024.

  • Saham Tesla Mulai Pulih Setelah Pekan Sulit, Didorong Uji Coba Robotaxi

    Saham Tesla Mulai Pulih Setelah Pekan Sulit, Didorong Uji Coba Robotaxi

    Serratalhadafc.com – Setelah mengalami tekanan hebat selama sepekan terakhir, saham Tesla (TSLA) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini terjadi menyusul pengumuman bahwa uji coba kendaraan otonom tanpa pengemudi atau robotaxi akan dimulai pada 12 Juni di Austin, Texas.

    Dilaporkan oleh Anugerahslot Finance, Selasa (10/6/2025), sebelumnya saham Tesla sempat terpukul akibat ketegangan antara CEO Elon Musk dan mantan Presiden AS, Donald Trump. Perselisihan ini menimbulkan kekhawatiran investor terkait potensi risiko politik yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.

    Selama sepekan terakhir, nilai saham Tesla tercatat anjlok hampir 15%, dan perusahaan kehilangan kapitalisasi pasar lebih dari USD 150 miliar. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Elon Musk yang mengkritik RUU belanja yang didukung oleh Partai Republik. Kritik tersebut memicu reaksi keras dari Trump dan memperburuk hubungan keduanya.

    Meskipun Trump sempat mencoba meredakan ketegangan dengan pernyataan kepada NBC News bahwa dirinya “tidak berniat” berbicara dengan Elon Musk dalam waktu dekat, situasi pasar tetap tidak stabil.

    Pada Senin pagi, saham Tesla sempat merosot hingga 4% saat perdagangan pra-pasar. Namun, kondisi berbalik di tengah hari, dan saham ditutup menguat 4,5%—menandai harapan baru bagi para investor.

    Meski demikian, ketegangan politik yang terjadi memberikan dampak nyata terhadap pandangan analis. Pada hari yang sama, dua lembaga analis menurunkan peringkat saham Tesla, mencerminkan kekhawatiran atas volatilitas yang mungkin terus berlanjut dalam waktu dekat.

    Elon Musk Vs Donald Trump

    Salah satu contoh datang dari Argus Research, yang menurunkan rekomendasi saham Tesla dari “Buy” menjadi “Hold”. Analis Bill Selesky menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena kekhawatiran atas konflik terbuka antara Elon Musk dan mantan Presiden Donald Trump. Selain itu, berakhirnya insentif kredit kendaraan listrik (EV) juga dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap permintaan mobil Tesla di masa mendatang.

    Senada dengan itu, analis dari Baird, Ben Kallo, juga menurunkan peringkat Tesla dari “Outperform” menjadi “Neutral”. Menurutnya, insiden terbaru antara Musk dan Trump menunjukkan adanya risiko yang melekat pada sosok penting perusahaan, terutama terkait aktivitas politik Elon Musk yang semakin menonjol.

    Kallo menambahkan, hubungan erat antara Tesla dan Musk dengan pemerintah bisa menjadi “pedang bermata dua”. Hal ini terbukti dari dampak negatif yang langsung terasa di pasar selama pekan lalu, yang menyoroti betapa sensitifnya persepsi investor terhadap dinamika politik yang melibatkan tokoh utama perusahaan.

    Robotaxi Dapat Menjadi Katalis Positif

    Meski menghadapi tekanan jangka pendek, sejumlah analis meyakini bahwa uji coba robotaxi dapat menjadi katalis positif bagi prospek jangka panjang Tesla. Program ini dinilai sebagai langkah strategis menuju era kendaraan otonom penuh yang selama ini menjadi visi utama perusahaan.

    Tesla dijadwalkan memulai uji coba awal robotaxi pada 12 Juni di Austin, Texas, dengan mengoperasikan sekitar 10 hingga 20 unit kendaraan otonom tanpa pengawasan langsung dari pengemudi. Jika tahap awal ini berhasil, perusahaan berencana untuk meningkatkan jumlah kendaraan dalam pengujian.

    Sebagai bagian dari sistem keselamatan, Tesla akan menerapkan teleoperation—sebuah sistem kendali jarak jauh yang memungkinkan operator manusia mengendalikan robotaxi dari lokasi lain jika kendaraan menghadapi situasi sulit atau kondisi lalu lintas yang membingungkan.

    Langkah ini mendapat tanggapan positif karena menunjukkan komitmen Tesla terhadap aspek keselamatan dalam pengembangan teknologi otonom. Namun, sejumlah pihak juga menyuarakan kekhawatiran bahwa ketergantungan pada kendali jarak jauh bisa memperlambat skala pengembangan armada robotaxi secara luas, karena masih membutuhkan intervensi manusia dalam situasi tertentu.

  • Ketegangan Geopolitik dan Krisis Fiskal AS Guncang Pasar Global

    Serratalhadafc.com – Ketegangan antara kekuatan ekonomi dunia kembali meningkat, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, menyusul rencana kebijakan tarif impor yang memicu keresahan pasar global.

    Salah satu isu utama adalah rencana AS untuk menaikkan tarif impor hingga 50% terhadap berbagai produk asal Eropa. Meskipun rencana tersebut akhirnya ditunda, ketidakpastian yang ditimbulkan telah memengaruhi sentimen pelaku pasar secara luas, terutama di sektor perdagangan internasional.

    Sektor Manufaktur Terpukul, Bursa Global Bergejolak

    Langkah AS menaikkan tarif nyata pada baja dan aluminium langsung berdampak signifikan. Indeks saham global mengalami tekanan hebat, sementara sektor manufaktur dan ekspor-impor menjadi korban utama.

    Akibatnya, investor Anugerahslot melakukan aksi jual besar-besaran, yang memicu lonjakan volatilitas di pasar modal dunia.

    “Dalam situasi seperti ini, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman dan stabil. Perang dagang bisa menjadi pemicu pergeseran alokasi modal secara global,” tulis tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dikutip Sabtu (7/6/2025).

    Krisis Fiskal AS Tambah Kekhawatiran

    Di tengah memanasnya perang dagang, kondisi semakin rumit dengan munculnya kekhawatiran fiskal di Amerika Serikat. Pemerintah AS mengajukan rencana anggaran jangka panjang dengan proyeksi defisit hingga USD 3 triliun dalam 10 tahun ke depan, yang dinilai terlalu agresif oleh para ekonom.

    Rencana ini menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas manajemen fiskal AS, menyebabkan lonjakan yield obligasi pemerintah, sebuah sinyal bahwa investor menilai risiko investasi di surat utang AS semakin tinggi.

    Ketidakpastian global ini menambah tekanan terhadap perekonomian dunia dan membuka kemungkinan pergeseran arus modal internasional dalam waktu dekat.

    Lonjakan Yield Obligasi Picu Aksi Jual dan Pergeseran Aset Global

    Ketegangan fiskal di Amerika Serikat mendorong yield obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing menembus level 4,6% dan 5%. Kenaikan ini menandakan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko fiskal AS.

    Kondisi tersebut memicu arus keluar dari aset berisiko, termasuk saham, seiring investor global mulai merelokasi dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti obligasi dan emas.

    “Ketika imbal hasil obligasi melonjak, itu mencerminkan permintaan kompensasi risiko yang lebih tinggi oleh investor. Dalam sejarah pasar, lonjakan yield seperti ini seringkali menjadi sinyal akan datangnya guncangan besar,” ujar Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

    Emas Kembali Jadi Pilihan Utama Investor

    Dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas kembali menjadi aset safe haven favorit. Harga emas dunia tercatat naik tajam hingga USD 3.350 per ons, tumbuh lebih dari 1,8% dalam waktu singkat.

    Di Indonesia, harga emas ikut terdongkrak, mencapai Rp1,8 juta per gram, naik dari sebelumnya Rp1,79 juta. Kenaikan ini didorong oleh permintaan tinggi dari investor ritel maupun institusi, termasuk bank sentral berbagai negara yang memperkuat cadangan emasnya.

    “Emas kini bukan sekadar pelindung nilai, melainkan simbol stabilitas di tengah ketidakpastian. Pergerakan harga emas menjadi indikator utama sentimen pasar terhadap risiko global,” tulis tim riset Mirae Asset.

    Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global: Diversifikasi Jadi Kunci

    Dalam situasi pasar yang penuh gejolak seperti saat ini, diversifikasi portofolio menjadi langkah penting bagi para investor. Mengombinasikan aset seperti saham, obligasi, dan emas terbukti efektif dalam menjaga stabilitas nilai investasi.

    “Jika satu aset mengalami penurunan, aset lainnya bisa menjadi penahan kerugian. Ini adalah prinsip utama dalam pengelolaan risiko,” tulis tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

    Dollar Cost Averaging (DCA) Dinilai Efektif di Masa Volatilitas

    Selain diversifikasi, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) juga dianjurkan, terutama di tengah fluktuasi tajam. Dengan berinvestasi secara berkala dalam jumlah tetap—baik di saham maupun emas—investor dapat menghindari risiko membeli di harga tertinggi.

    “Pendekatan DCA memungkinkan investor memperoleh harga rata-rata yang lebih aman dalam jangka panjang.”

    Jika tren harga emas berlanjut naik dan benar-benar mencapai Rp2,1 juta per gram, seperti diprediksi banyak analis, maka memiliki eksposur terhadap emas akan menjadi langkah cerdas.

    Sesuaikan Portofolio dengan Profil Risiko

    Investor juga perlu menyesuaikan alokasi aset berdasarkan profil risiko pribadi:

    • Investor konservatif disarankan menambah porsi emas hingga 20% dari total portofolio.
    • Investor agresif tetap bisa mendominasi portofolionya dengan saham, tetapi wajib menyisihkan sebagian ke emas sebagai pelindung nilai.

    “Emas bukan sekadar aset lindung nilai, tapi juga penyelamat portofolio saat pasar bergejolak,” pungkas Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

  • Saham Tesla Naik di Tengah Ketegangan Elon Musk dan Donald Trump

    Saham Tesla Naik di Tengah Ketegangan Elon Musk dan Donald Trump

    Serratalhadafc.com – Saham Tesla Inc. kembali menjadi pusat perhatian di tengah ketegangan yang terjadi antara CEO-nya, Elon Musk, dan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun sempat mengalami tekanan akibat perseteruan ini, harga saham Tesla justru menunjukkan rebound signifikan pada Jumat, 6 Juni 2025.

    Saham Tesla tercatat menguat 3,67% ke level USD 295,14 pada akhir perdagangan. Kenaikan ini berlanjut setelah jam perdagangan, dengan tambahan 0,86%, sehingga kapitalisasi pasar Tesla meningkat menjadi USD 924,81 miliar.

    Namun, secara mingguan, saham Tesla masih melemah lebih dari 14%, dan sepanjang 2025 telah mencatat penurunan sekitar 27%, menurut laporan Anugerahslot pada Sabtu (7/6/2025).

    Ketegangan Politik dan Dampaknya ke Pasar

    Sebelumnya, konflik verbal antara Musk dan Trump sempat menyebabkan penurunan kapitalisasi pasar Tesla sebesar USD 152 miliar pada Kamis. Isu ini berakar dari komentar saling sindir antara keduanya, yang kemudian memicu volatilitas harga saham.

    Menurut laporan Politico, Trump dijadwalkan melakukan panggilan telepon dengan Elon Musk pada Jumat. Namun, NBC News mengutip sumber Gedung Putih yang menyatakan bahwa Trump “tidak tertarik” melanjutkan komunikasi tersebut.

    Investor Tesla Dinilai Tahan Banting

    CEO Ritholtz Wealth Management, Josh Brown, menilai bahwa basis investor Tesla tidak terlalu terpengaruh oleh drama eksternal. “Cerita sebenarnya adalah investor Tesla tampaknya tidak peduli terhadap isu apa pun,” ujarnya.

    Sementara itu, analis Wedbush Securities, Dan Ives, menyebutkan bahwa rekonsiliasi antara Musk dan Trump bisa memberikan angin segar bagi saham Tesla. “Keduanya saling membutuhkan dalam banyak hal, dan jika hubungan membaik, itu akan menjadi kelegaan besar bagi pasar,” tulisnya dalam catatan riset.

    Ia juga menambahkan, meski situasi masih berkembang, penurunan harga saham Tesla saat ini dinilai berlebihan dan bisa menjadi peluang beli bagi investor.

    Kesimpulan:
    Meski diwarnai ketegangan politik, saham Tesla menunjukkan ketahanan yang kuat. Rebound harga saham dan optimisme investor menandakan bahwa pasar tetap melihat prospek jangka panjang perusahaan secara positif, terlepas dari dinamika personal antara tokoh-tokoh publik.

    Elon Musk Kritik RUU Pajak, Perseteruan dengan Donald Trump Memanas

    CEO Tesla, Elon Musk, kembali mencuri perhatian publik setelah secara terbuka mengkritik rancangan undang-undang (RUU) pajak dan pengeluaran Presiden AS. Dalam pernyataannya, Musk menyebut RUU tersebut sebagai “kekejian yang menjijikkan.” Kritik ini muncul hanya beberapa hari setelah masa jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS berakhir pada pekan lalu.

    Ketegangan meningkat ketika mantan Presiden Donald Trump menanggapi kritik Musk secara langsung pada Kamis. “Saya sangat kecewa dengan Elon. Saya telah banyak membantu Elon,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan. Trump menuding bahwa Musk tidak senang karena pengecualian terhadap kredit kendaraan listrik dalam RUU anggaran terbaru.

    Respons Elon Musk: Nada Meninggi

    Tidak tinggal diam, Musk segera memberikan respons tajam melalui akun media sosial X. Ia mengklaim memiliki pengaruh besar dalam hasil pemilu lalu:

    “Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan,” tulis Musk. “Demokrat akan mengendalikan DPR dan Republik hanya unggul tipis 51-49 di Senat.”

    Dalam pernyataan lanjutan yang cukup kontroversial, Musk bahkan menyarankan bahwa Trump layak dimakzulkan, serta menuding mantan presiden tersebut terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, merujuk pada catatan dan berkas hukum yang masih menjadi perdebatan publik.

    Hubungan Politik dan Dampaknya ke Pasar

    Perseteruan antara dua tokoh besar ini terjadi di tengah sorotan terhadap RUU anggaran dan insentif kendaraan listrik—isu yang sangat relevan bagi Tesla sebagai produsen EV terbesar di AS. Sikap Musk menyoroti ketidakpuasan sebagian pelaku industri terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah.

    Namun, komentar-komentar tajam Musk juga menimbulkan risiko tersendiri, mengingat posisinya sebagai pemimpin perusahaan publik. Pasar saham telah menunjukkan volatilitas, termasuk saham Tesla, yang beberapa hari terakhir mengalami fluktuasi di tengah isu politik ini.

    Kesimpulan:
    Ketegangan antara Elon Musk dan Donald Trump menambah lapisan kompleks dalam dinamika kebijakan ekonomi dan politik AS. Selain mencerminkan friksi personal, konflik ini juga membuka diskusi tentang pengaruh individu terhadap kebijakan nasional dan pasar keuangan.

    Trump Bantah Tuduhan Musk, Balas Sindiran Lewat Truth Social

    Perseteruan antara Elon Musk dan mantan Presiden AS Donald Trump terus memanas, terutama setelah Musk melontarkan tuduhan kontroversial terkait keterlibatan Trump dalam kasus Jeffrey Epstein. Meski begitu, Trump secara tegas membantah tuduhan tersebut, dan hingga saat ini Musk belum memberikan bukti apa pun yang mendukung klaimnya.

    Menanggapi tuduhan tersebut, Trump memilih untuk menyampaikan pembelaan sekaligus sindiran balasan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

    “Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kita—miliaran dan miliaran dolar AS—adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah untuk Elon,” tulis Trump.
    “Saya selalu terkejut bahwa Biden tidak melakukannya!”

    Dampak Perseteruan ke Saham Tesla

    Ketegangan yang terjadi di ruang publik antara dua tokoh besar ini tampaknya berdampak langsung pada pasar saham, terutama bagi perusahaan yang dipimpin Elon Musk. Saham Tesla merosot tajam, mencatat penurunan hingga 14%, yang menurunkan kapitalisasi pasar perusahaan ke bawah angka USD 1 triliun.

    Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakstabilan politik dan potensi implikasi terhadap bisnis Tesla, terutama menyangkut insentif pemerintah dan kontrak publik.

    Kesimpulan

    Konflik terbuka antara Elon Musk dan Donald Trump tak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga berdampak pada dinamika pasar dan persepsi publik. Meski keduanya memiliki pengaruh kuat dalam bidang masing-masing, perselisihan ini menyoroti bagaimana faktor pribadi bisa memengaruhi sentimen investor dan stabilitas korporasi besar seperti Tesla.

  • Idul Adha 2025 Diperkirakan Dorong Konsumsi, Meski Terbatas

    Idul Adha 2025 Diperkirakan Dorong Konsumsi, Meski Terbatas

    Serratalhadafc.com – Perayaan Idul Adha 2025 diprediksi tetap memberikan dorongan pada aktivitas konsumsi masyarakat, terutama karena bertepatan dengan akhir pekan dan hari libur panjang. Momen ini biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, bepergian, hingga menggelar makan bersama, yang berdampak langsung pada sektor transportasi, makanan-minuman, dan ritel.

    Namun demikian, dorongan konsumsi selama Idul Adha cenderung tidak sekuat saat Idul Fitri. Selain karena sifat perayaannya yang lebih sederhana, pelemahan ekonomi nasional turut memengaruhi daya beli masyarakat. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, dari 5,02% menjadi 4,87%, terendah sejak 2023.

    “Penurunan kelas menengah hingga 20% karena terbatasnya lapangan kerja formal dan dominasi sektor upah rendah telah mengikis konsumsi domestik,” jelas Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam riset Anugerahslot yang dirilis Sabtu (7/6/2025).

    Dengan kondisi tersebut, peningkatan konsumsi saat Idul Adha kemungkinan hanya bersifat jangka pendek dan terbatas pada sektor tertentu.

    Saham Transportasi dan Jalan Tol Berpeluang Naik

    Sektor transportasi menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari momen Idul Adha. Berdasarkan data tahun 2024, terjadi lonjakan penggunaan kendaraan pribadi sebesar 63,6% di Jakarta selama libur Idul Adha, yang seluruhnya digunakan untuk perjalanan domestik. Tren ini diperkirakan berulang di 2025 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

    Salah satu emiten yang berpotensi terdampak positif adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR), operator jalan tol nasional. Perusahaan ini berpeluang mencatat kenaikan Volume Lalu Lintas Harian Rata-Rata (VLLR), meskipun belum setinggi saat Idul Fitri atau musim libur panjang nasional.

    “Lalu lintas di jalan tol biasanya meningkat saat Idul Adha, terutama untuk perjalanan jarak pendek dari kota ke daerah sekitarnya,” terang Liza.

    Kendati terbatas, peningkatan mobilitas ini tetap bisa menjadi kontributor positif bagi kinerja keuangan JSMR pada kuartal berjalan, serta menghadirkan sentimen jangka pendek bagi saham sektor transportasi.

    Produk Herbal dan Personal Care Berpeluang Terdongkrak Selama Idul Adha

    Selain sektor transportasi, Idul Adha 2025 juga diperkirakan memberikan dorongan pada permintaan produk herbal dan personal care, seiring pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat, khususnya terhadap daging merah.

    Salah satu emiten yang berpotensi memetik manfaat adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Konsumsi daging dalam jumlah besar saat Idul Adha kerap diikuti dengan peningkatan permintaan terhadap produk seperti Tolak Angin, Kuku Bima, maupun suplemen pencernaan lainnya yang diklaim membantu menjaga daya tahan tubuh dan sistem cerna.

    Meski kenaikan permintaan ini bersifat tidak langsung dan segmentatif, SIDO memiliki keunggulan berupa basis konsumen yang luas dan loyal, sehingga tetap berpeluang mencatat pertumbuhan penjualan. Kondisi ini menjadi penting di tengah melemahnya konsumsi nasional yang turut menekan kinerja sektor farmasi secara umum.

    “SIDO kemungkinan mendapat dorongan dari perubahan pola konsumsi selama Idul Adha, terutama untuk produk herbal pencernaan dan energi. Meski bukan kebutuhan utama hari raya, produk SIDO bisa jadi pilihan masyarakat pasca-makan berat,” jelas Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

    Liza juga menambahkan, di tengah fluktuasi pasar setelah libur panjang, SIDO dapat berperan sebagai saham defensif yang tetap relevan, terutama karena bisnisnya tidak terlalu bergantung pada siklus musiman, namun tetap mendapat manfaat dari tren konsumsi tahunan seperti Idul Adha.

    Saham Ritel dan Konsumsi Dasar Berpotensi Terdongkrak Usai Idul Adha

    Perayaan Idul Adha 2025 yang bertepatan dengan akhir pekan dan libur panjang diperkirakan turut mengerek kinerja sejumlah emiten ritel dan barang konsumsi.

    PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), pengelola merek gaya hidup seperti Zara, Starbucks, hingga Domino’s, dinilai berpeluang mencatat kenaikan penjualan moderat. Momentum ini ditopang oleh kecenderungan masyarakat untuk tetap berbelanja dan menikmati makan bersama selama liburan. Faktor lain seperti diskon dan promosi hari raya juga menjadi pemicu tambahan peningkatan transaksi ritel.

    Di segmen barang konsumsi dasar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diperkirakan mendapat manfaat dari meningkatnya penggunaan produk personal care dan kebutuhan rumah tangga. Tradisi berkumpul keluarga serta aktivitas penyembelihan hewan kurban mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga permintaan sabun, sampo, dan pasta gigi mengalami kenaikan.

    Meski begitu, analis menilai lonjakan konsumsi kali ini tidak sebesar saat Idul Fitri, mengingat daya beli masih tertahan akibat tekanan ekonomi.

    “UNVR bisa mendapat dorongan dari kebiasaan menjaga kebersihan saat Idul Adha, meski skalanya tidak masif. Sementara itu, MAPI bisa memanfaatkan promosi untuk menjaga penjualan,” ungkap Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

    Liza menambahkan, dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, saham berbasis konsumsi dasar dan gaya hidup cenderung lebih defensif dibanding sektor siklikal lain, dan tetap menarik untuk dipantau dalam jangka pendek.

  • Danantara Siapkan Investasi Jumbo Rp 81 Triliun hingga Akhir 2025, Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Target

    Danantara Siapkan Investasi Jumbo Rp 81 Triliun hingga Akhir 2025, Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Target

    Serratalhadafc.comPT BPI Danantara berencana menyalurkan investasi besar senilai USD 5 miliar atau sekitar Rp 81 triliun hingga akhir 2025. Menurut Arief Budiman, Managing Director Finance Danantara, dana ini berasal dari proyeksi penerimaan dividen BUMN yang diperkirakan mencapai Rp 120 triliun pada tahun yang sama.

    Investasi tersebut akan difokuskan pada delapan sektor strategis yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor-sektor yang menjadi prioritas meliputi:

    1. Hilirisasi mineral
    2. Energi baru terbarukan
    3. Infrastruktur digital
    4. Layanan kesehatan
    5. Jasa keuangan
    6. Utilitas infrastruktur
    7. Kawasan industri
    8. Pangan dan pertanian

    Arief menjelaskan kepada Anugerahslot bahwa sektor-sektor ini dipilih karena berpotensi menghasilkan imbal hasil tinggi serta memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan ekonomi. Selain menggunakan dana dari dividen, Danantara juga membuka peluang untuk co-investment bersama mitra dalam maupun luar negeri.

    Di tengah rencana ekspansi ini, beredar kabar bahwa Danantara akan menyuntikkan modal sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 8,1 triliun ke maskapai pelat merah Garuda Indonesia (GIAA). Investasi tersebut rencananya akan dilakukan dalam dua tahap, dengan tahap pertama ditargetkan selesai pada Juni atau Juli 2025. Jika terealisasi, ini akan menjadi investasi perdana Danantara sejak resmi berdiri pada awal tahun ini.

    Rumor suntikan dana tersebut turut mendongkrak sentimen positif terhadap saham GIAA. Menurut laporan tim riset Stockbit Sekuritas, saham GIAA menguat 5,08% pada Rabu (4/6) dan telah melonjak hingga 72% sejak kabar ini pertama kali muncul pada 16 Mei 2025.

    Pada perdagangan sesi I, Kamis (5/6/2025), saham GIAA ditutup naik 4,48% ke level 65. Secara mingguan, saham GIAA telah naik 12,07%, dan sejak 15 Mei mencatat kenaikan 80,56%. Sepanjang tahun 2025 (YTD), saham ini telah menguat sebesar 18,18%.

    Citilink Bakal Dapat Suntikan Dana dari Danantara, Konsolidasi dengan Pelita Air Masih Tanda Tanya

    Sebagian dana investasi USD 500 juta (sekitar Rp 8,1 triliun) yang direncanakan Danantara untuk Garuda Indonesia (GIAA) dikabarkan akan dialokasikan kepada anak usahanya, Citilink. Maskapai berbiaya rendah ini disebut akan menggunakan dana tersebut untuk mengaktifkan kembali lebih dari selusin armada yang sebelumnya tidak beroperasi.

    Langkah ini dinilai strategis guna memperkuat posisi Citilink di tengah pemulihan sektor aviasi pasca-pandemi, seiring meningkatnya permintaan penerbangan domestik.

    “Jika terwujud, suntikan modal ini akan menjadi investasi perdana Danantara sejak resmi berdiri pada awal 2025,” tulis tim riset Stockbit dalam laporannya.

    Namun, di balik rencana tersebut, muncul wacana peralihan pengendalian Citilink dari GIAA ke Pertamina. Diskusi internal terkait hal ini disebut masih berlangsung, meski belum mengarah pada keputusan final. Pemerintah disebut mempertimbangkan opsi ini sebagai bagian dari strategi restrukturisasi industri penerbangan nasional yang melibatkan sejumlah BUMN.

    Pertamina sendiri mengonfirmasi bahwa ide konsolidasi Citilink dan Pelita Air pernah dibahas bersama Kementerian BUMN, meskipun belum ada keputusan resmi hingga saat ini.

    Wacana konsolidasi maskapai pelat merah sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2023, Menteri BUMN Erick Thohir telah mendorong integrasi antara GIAA, Citilink, dan Pelita Air, dengan target penyelesaian pada pertengahan 2025. Namun, dengan berkembangnya kabar pergeseran arah pengendalian, proses konsolidasi ini berpotensi mengalami perubahan strategi ke depan.

    Pasar Respons Positif Rencana Investasi Danantara, Saham GIAA Melonjak

    Kabar rencana suntikan dana dari Danantara ke Garuda Indonesia (GIAA) mendapat sambutan positif dari pelaku pasar. Pada perdagangan Rabu, 4 Juni 2025, saham GIAA tercatat menguat 5,08%, bahkan telah mengalami kenaikan 72% sejak rumor tersebut pertama kali beredar pada 16 Mei 2025.

    Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap potensi pemulihan GIAA, terutama dengan dukungan langsung dari modal negara. Tak hanya berdampak pada saham GIAA, rencana investasi besar senilai USD 5 miliar dari Danantara juga menjadi perhatian pelaku pasar sebagai indikator baru pengelolaan dana publik oleh pemerintah.

    Keberhasilan Danantara dalam menyalurkan dan mengelola investasi ini akan menjadi tolak ukur kredibilitas keuangan negara. Arah dan implementasi kebijakan investasi ini sangat krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.

    Investasi strategis seperti ke GIAA dinilai bisa menjadi pembuktian bahwa dana dividen BUMN tidak hanya dikembalikan ke negara, tetapi diolah menjadi pertumbuhan ekonomi konkret. Jika dikelola secara transparan dan efektif, investasi ini berpotensi menarik lebih banyak aliran dana asing ke pasar Indonesia.

    “Langkah ini akan memengaruhi tingkat kepercayaan dan selera risiko investor asing terhadap pasar Indonesia,” tulis tim riset Stockbit Sekuritas.

    Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pastikan untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum membeli atau menjual saham. Anugerahslot tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi Anda.

  • Saham BRIS Stabil, Isu Pemisahan dari Mandiri Muncul ke Permukaan

    Saham BRIS Stabil, Isu Pemisahan dari Mandiri Muncul ke Permukaan

    Serratalhadafc.com – Pada perdagangan Kamis, 5 Juni 2025, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terpantau bergerak stabil di level 2.550, tanpa perubahan dari penutupan hari sebelumnya. Saham BRIS sempat diperdagangkan pada kisaran 2.540 hingga 2.600, setelah dibuka di level 2.580.

    Secara mingguan, saham BRIS mencatat penurunan 13,51%, dan secara year to date (YTD) turun sebesar 8,27%. Meski begitu, para analis menilai bahwa kondisi ini tidak mencerminkan kinerja fundamental perusahaan, yang dinilai masih kuat dan stabil.

    “Yang namanya investasi itu, kalau naik tinggi, dilakukan profit taking. Ketika turun, it’s time to buy,” ujar Wisnu, salah satu petinggi BSI, kepada wartawan Anugerahslot pada Rabu (4/6/2025).

    Kinerja Fundamental Tetap Kuat Meski Saham Melemah

    Pelemahan harga saham BSI dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar pasca pembagian dividen. Para pelaku pasar kerap melakukan aksi ambil untung (profit taking), yang menyebabkan tekanan sementara pada harga saham.

    Namun demikian, prospek jangka panjang BRIS dinilai tetap positif, terutama dengan fundamental perusahaan yang tetap sehat dan target bisnis yang terus dikejar.

    Isu Pemisahan BSI dari Bank Mandiri

    Isu pemisahan BSI dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mencuat. Pihak BSI akhirnya buka suara, meski belum memberikan kejelasan lebih lanjut. Wisnu menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah pemegang saham.

    “So far itu ranahnya pemegang saham, karena itu ranahnya pemegang saham kita tunggu aja,” ujar Wisnu.

    Selain itu, Wisnu juga menolak untuk berspekulasi mengenai pengaruh akuisisi oleh PT BPI Danantara terhadap performa perusahaan. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen tetap fokus pada penguatan kinerja internal dan pencapaian target bisnis.

    Jika rencana pemisahan benar terjadi, BSI diperkirakan akan berada langsung di bawah kendali BPI Danantara, bukan lagi sebagai bagian dari Bank Mandiri.

    BSI Bidik Penyaluran Pembiayaan Rp310 Triliun di 2025, Tumbuh 16,5% dari Tahun Lalu

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menetapkan target ambisius untuk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp310 triliun pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 16,54% dibandingkan dengan capaian pembiayaan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp266 triliun.

    Target tersebut dipasang meski Bank Indonesia (BI) telah merevisi proyeksi pertumbuhan pembiayaan syariah secara nasional menjadi lebih konservatif, dari 11–13% menjadi 8–11% untuk tahun 2025.

    “Kita belum ada penurunan target, dan kalau pun nanti ada revisi akan diumumkan setelah mendapatkan persetujuan regulator,” ujar Wisnu, salah satu eksekutif BSI.

    BSI International Expo Jadi Strategi Kunci

    Salah satu strategi utama BSI untuk mendukung pencapaian target ini adalah melalui penyelenggaraan BSI International Expo 2025. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Juni 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

    Expo ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan syariah ke berbagai sektor ekonomi prioritas.

    BSI Dorong Business Matching dan Pembiayaan Korporasi Lewat BSI International Expo 2025

    Melalui ajang BSI International Expo 2025, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan terciptanya business matching antara pelaku UMKM dan mitra strategis. Tak hanya fokus pada skala usaha kecil dan menengah, BSI juga membuka peluang untuk penyaluran pembiayaan besar, termasuk dalam bentuk sindikasi korporasi.

    Eksekutif BSI, Wisnu, menyoroti pentingnya pembiayaan korporasi sebagai motor pertumbuhan. Menurutnya, saat ini proporsi pembiayaan korporasi masih relatif kecil dibandingkan segmen ritel.

    “Dari total pembiayaan nasional, 70 persen masih didominasi segmen ritel, dan hanya 30 persen untuk korporasi,” jelasnya.

    Wisnu menambahkan, BSI menjadikan pembiayaan korporasi sebagai pintu masuk (door opener) untuk memperluas pembiayaan ke sektor ritel dan konsumer.

    “Strategi kami menjadikan pembiayaan korporasi sebagai anchor, karena kami menilai bukan hanya perusahaannya, tapi juga ekosistem dan rantai nilainya (value chain),” ujarnya.

    BI Tetap Optimistis terhadap Ekonomi Syariah

    Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah merevisi proyeksi pertumbuhan pembiayaan syariah tahun 2025 mengikuti arah pertumbuhan ekonomi nasional yang kini berada di kisaran 4,6–5,4 persen.

    Meski begitu, BI menegaskan bahwa prospek jangka panjang sektor ekonomi dan keuangan syariah tetap menjanjikan, seiring dengan semakin luasnya ekosistem halal dan peningkatan literasi keuangan syariah di masyarakat.